home edukasi & pesantren

Komisi X: Penutupan Prodi yang Tidak Relevan Mengancam Kebebasan Akademik

Rabu, 06 Mei 2026 - 10:05 WIB
Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB Habib Syarief Muhammad. Foto: fraksipkb.com
Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB Habib Syarief Muhammad memberi tanggapannya mengenai rencana penutupan program studi (Prodi) yang tidak relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Habib Syarief berujar rencana penutupan prodi berdasarkan relevansi pasar sering kali terjebak dalam arus instrumentalisme ekonomi. Pendidikan tinggi tidak boleh direduksi sekadar menjadi lembaga pelatihan kerja (vocational training).

"Secara filosofis, universitas adalah studium generale, tempat pencarian kebenaran dan pengembangan peradaban," katanya melalui laman resmi Fraksi PKB, dikutip Rabu (6/5/2026).

Beberapa waktu lalu Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Badri Munir Sukoco sempat mengatakan bahwa pihaknya berencana akan menutup prodi yang tidak relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Baca juga: Lulusan Ilmu Sosial & Kependidikan Membludak, Prodi yang Tidak Relevan Kebutuhan Industri Bakal Ditutup

Pernyataan ini ditentang Habib Syarief. Ia memberi alasan, apabila kebijakan hanya berpijak pada kebutuhan industri saat ini, maka pemerintah berisiko melakukan kesalahan fatal dalam memprediksi kebutuhan masa depan. Apa yang dianggap tidak relevan hari ini, dapat menjadi fondasi kritis di masa depan.

"Menutup prodi secara prematur adalah bentuk bunuh diri intelektual yang mengancam keragaman epistemologis bangsa," terang politisi asal Dapil Jawa Barat I itu.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya